Jadi Tradisi Jelang Ramadan, Owabong Purbalingga Gelar Bersih Sumber Air
PAMOR, PURBALINGGA - Pengelola obyek wisata Owabong Kabupaten Purbalinga menggelar Kirab Budaya bersih sumber jelang bulan suci Ramadan. Tradisi bersih sumber mengandung makna pensucian dimana tidak hanya sesorang yang perlu membersihkan diri melainkan juga tempat terlebih obyek wisata Owabong memiliki sumber air yang selama ini menjadi objek wisata.
Sumber mata air ini merupakan sumber kehidupan, sumber kehidupan obyek wisata Owabong dan masyarakat sekitarnya. Jadi pantas jika obyek wisata Owabong melaksanakan bersih sumber mata airnya.
Tahun ini 2025, obyek wisata Owabong melaksanakan Kirab Budaya bersih sumber, Minggu (23 Februari 2025). Bersih sumber diawali dengan kirab dari lapangan Desa Kecamatan Bojongsari pusat pemerintahan menuju sumber air. Kirab Budaya bersih sumber ini diadakan dengan cara arak-arakan hasil bumi, tumpeng, jajan pasar dan buah buahan kemudian dilanjutkan tampilan tari tradisional di lokasi obyek wisata Owabong.
Setelah itu karyawan Owabong mengambil mengambil air dari tuk atau mata air dan dikumpulkan pada suatu wadah. Air itu kemudian untuk mencuci muka bagi para pengunjung obyek wisata Owbong yang mau. Karena masyarakat mempercayai air yang daimbil langsung dari mata air tersebut membawa keberkahan. Air yang mengalir ke Obyek wisata Owabong bersumber dari tiga mata air yang menjadikan sumber kehidupan.
Tiga tuk atau mata air yang mengaliri Owabong yakni tuk Wadon, tuk Cikupel, dan tuk Pawon. Setiap hari, dari sumber mata air itu mengalir ke kolam-kolam yang ada di Owabong. Itu yang menjadi salah satu daya tarik, kolam yang bersumber dari mata air langsung.
Tentunya adanya Owabong memberikan penghidupan banyak orang di sekitar aliran air tersebut. Plt Direktur obyek wisata Owabong Purbalingga, Budi Anggoro mengatakan air yang mengalir ke kolam di Owabong selanjutnya mengali le aliran sungai sekita Bojongsari. Sehingga air dari buangan kolam kolam Owabong tidak ada yang sia-sia karena mengaliri lahan pertanian.
"Setiap harinya kita kuras dan buang air tersebut bisa mengaliri pertanian, perikanan masyarakat sekitar," katanya.
Untuk diketahui, obyek wisata Owabong sendiri sudah berdiri sejak puluhan tahun silam. Owabong awalnya merupakan kolam renang yang dibangun oleh warga negara Belanda pada tahun 1946.
Kemudian diambil alih oleh keturunan Tionghoa bernama Kwi Sing. Tahun 2004 Pemda mengambil alihnya. Sejak itulah obyek wisata Owabong menjadi obyek wisata air kebanggaan masyarakat Kabupaten Purbalingga.